-->

Teknik Self Management (Pengelolaan Diri) Dalam Konseling

Teknik Self Management (Pengelolaan Diri) Dalam Konseling

Teknik self management dalam konseling

Teknik self management (pengelolaan diri) dalam konseling adalah prosedur dimana individu mengatur perilakunya sendiri. Pada teknik self management (pengelolaan diri) dalam konseling ini individu yang menjadi klien atau konseling terlibat pada beberapa atau keseluruhan komponen dasar yaitu: menentukan perilaku sasaran, memonitor perilaku tersebut, memilih prosedur yang akan diterapkan, melaksanakan prosedur tersebut, dan mengevaluasi efektivitas prosedur tersebut (Sukadji, dalam Gantina, 2011: 180).

Teknik kursi kosong

Pada dasarnya self management (manajemen diri) merupakan pengendalian diri terhadap pikiran, ucapan, dan perbuatan yang dilakukan, sehingga mendorong pada penghindaran diri terhadap hal-hal yang tidak baik dan peningkatan perbuatan baik. Self management (pengelolaan diri) adalah proses merubah"totalitas diri" baik dari segi intelektual, emosional, spiritual, dan fisik agar apa yang diinginkan dapat tercapai.

Artikel serupa: teknik modeling dalam konseling

Konsep Dasar Teknik Self Management Dalam Konseling

Menurut Gunarsa (2007: 223-224) konsep dasar self management adalah sebagai berikut ini:

  1. Jika seseorang diberikan peran yang lebih aktif dalam proses perubahan maka akan mudah dalam mencapai tujuan
  2. Dapat digunakan untuk menghadapi suatu permasalahan tertentu
  3. Perubahan yang diperoleh harus benar-benar mantap jika klien atau konseli menghendaki adanya perubahan

Relevansi Teknik Self Management Dalam Konseling

Kanfer dan Philips (dalam Gunarsa, 2007: 223) menjelaskan terdapat dua kategori masalah yang dapat ditangani dengan teknik self management, yaitu:

  1. Klien atau konseli terlibat dalam pola perilaku yang merusak diri sendiri
  2. Klien atau konseli memperlihatkan sedikit perilaku yang sesuai

Sedangkan menurut Sukadji (dalam Gantina, 2011: 180), masalah-masalah yang dapat ditangani dengan menggunakan teknik self management dalam konseling antara lain adalah sebagai berikut ini:

  1. Perilaku yang tidak berkaitan dengan orang lain tetapi mengganggu diri sendiri dan orang lain
  2. Perilaku yang sering muncul tanpa diprediksi waktu kemunculannya, sehingga kontrol dari orang lain menjadi kurang efektif
  3. Perilaku sasaran berbentuk verbal dan berkaitan dengan evaluasi diri dan kontrol diri
  4. Tanggung jawab atas perubahan atau pemeliharaan tingkah laku adalah tanggung jawab konseli

Penerapan teknik self management dalam konseling, tanggung jawab keberhasilan pelaksanaan konseling berada di tangan klien atau konseli. Konselor bertugas sebagai pencetus gagasan, fasilitator yang membantu merancang program serta motivator bagi klien atau konseli (Sukadji, dalam Gantina, 2011:81).

Teknik asertif training dalam konseling

Tujuan Teknik Self Management Dalam Konseling

Tujuan teknik self management dalam konseling adalah untuk memberdayakan klien atau konseli untuk dapat menguasai dan mengelola perilaku mereka sendiri. Dengan adanya pengelolaan pikiran, perasaan dan perbuatan akan mendorong pada pengurangan terhadap hal-hal yang tidak baik dan peningkatan hal-hal yang baik dan benar.

Manfaat Teknik Self Management Dalam Konseling

Manfaat dari teknik self management dalam konseling antara lain adalah sebagai berikut ini:

  1. Membantu individu untuk dapat mengelola diri baik pikiran, perasaan dan perbuatan sehingga dapat berkembang secara optimal
  2. Dengan melibatkan individu secara aktif maka akan menimbulkan perasaan bebas dari kontrol orang lain
  3. Dengan meletakkan tanggung jawab perubahan sepenuhnya kepada individu maka individu akan menganggap bahwa perubahan yang terjadi adalah karena usahanya sendiri dan lebih tahan lama
  4. Individu dapat semakin mampu untuk menjalani hidup yang diarahkan sendiri dan tidak tergantung lagi pada konselor untuk berurusan dengan masalah mereka

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Teknik Self Management

Dalam membantu klien atau konseli merancang program penguatan, maka penting bahwa klien atau konseli membuat persepsi kalau dirinya yang telah memilih tujuan atau perilaku targetnya dan bahwa dirinya memiliki rasa percaya diri untuk menyelesaikan tugas-tugas yang akan membawa hasil yang diinginkan. Pada pelaksanaan teknik self management dalam konseling biasanya diikuti juga dengan pengaturan lingkungan untuk mempermudah terlaksananya pengelolaan diri (self management). Pengaturan lingkungan sendiri dimaksudkan untuk menghilangkan faktor penyebab dan dukungan untuk perilaku yang akan dikurangi. Pengaturan lingkungan dapat berupa:

  1. Mengubah lingkungan fisik sehingga perilaku yang tidak dikehendaki sulit dan tidak mungkin dilaksanakan
  2. Mengubah lingkungan sosial sehingga lingkungan sosial ikut mengontrol tingkah laku konseli
  3. Mengubah lingkungan atau kebiasaan sehingga menjadi perilaku yang tidak dikehendaki hanya dapat dilakukan pada waktu dan tempat tertentu saja

Prosedur Teknik Self Management Dalam Konseling

Prosedur teknik self management dalam konseling adalah bahwa klien atau konseli mengasumsikan tanggung jawab utama untuk mengatur dan melaksanakan program mereka sendiri. untuk mendapatkan manfaat dari teknik self management dalam konseling, klien atau konseli harus menggunakan strategi secara teratur dan konsisten.

Thompson (2003: 236-237) menyebutkan bahwa klien harus diinstruksikan untuk melakukan hal-hal sebagai berikut ini:

  1. Memilih dan menentukan perilaku yang ingin dikembangkan ataupun perilaku yang ingin dihilangkan
  2. Membuat catatan diri, untuk dapat melihat dan mengukur frekuensi perilaku yang muncul
  3. Merekam: (a) setting peristiwa yang terjadi, (b) kejadian sebelumnya yang mengarah ke perilaku, dan (c) konsekuensi yang terjadi akibat perilaku
  4. Menggunakan self-monitoring, untuk melihat adanya penambahan atau pengurangan perilaku, tergantung pada tujuan yang telah ditentukan sebelumnya
  5. Mengubah setting dan antecedent untuk mengarahkan perilaku ke arah yang diinginkan
  6. Mengubah konsekuensi yang memperkuat target perilaku
  7. Mengevaluasi penggunaan self management pada perilaku yang ditargetkan pada akhir periode. Mengatur rencana untuk mempertahankan perilaku baru yang lebih diinginkan

Menurut Resminingsih dan Astuti (2001: 12) keberhasilan seseorang sangat ditentukan oleh kemampuannya dalam mengelila dirinya (self management) secara efektif. Tahapan dalam manajemen diri adalah sebagai berikut ini:

  1. Membuat perencanaan diri
  2. Mengorganisasi diri
  3. Mengevaluasi diri mencakup:

  • Mengukur pencapaian hasil tahap demi tahap
  • Menata ulang keberhasilan

Menurut Gantina (2011: 182), pengelolaan diri (self management) biasanya dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut ini:

  1. Tahap monitor diri atau observasi diri. Pada tahap ini konseli dengan sengaja mengamati tingkah lakunya sendiri serta mencatatnya dengan teliti
  2. Tahap evaluasi diri. Pada tahap ini konseli membandingkan hasil catatan tingkah laku dengan target tingkah laku yang telah dibuat oleh konseli. Perbandingan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi program
  3. Tahap pemberian penguatan, penghapusan atau hukuman dirinya sendiri. Pada tahap ini konseli mengatur memberikan penguatan, menghapus dan memberikan hukuman pada diri sendiri

Cormier (1985), memberikan tahap-tahap dalam strategi self management sebagai berikut ini:

  1. Klien mengidentifikasi, mencatat sasaran perilaku dan mengontrol penyebab serta akibatnya
  2. Klien mengidentifikasi perilaku yang diharapkan arah perubahannya
  3. Konselor menjelaskan kemungkinan strategi self management
  4. Klien menyatakan secara verbal persetujuan untuk menggunakan tahap kedua dan tahap keempat
  5. Konselor memberikan instruksi dan model strategi yang dipilih
  6. Klien mengulangi pemahaman strategi yang dipilih
  7. Klien menggunakan strategi yang dipilih
  8. Klien mencatat penggunaan strategi serta tingkat perilaku sasaran
  9. Data klien diperiksa oleh konselor dan klien, kemudian klien melanjutkan dan membuat revisi program
  10. Membuat catatan dan penyajian data pada diri sendiri dan penguat demi kemajuan klien

Tahapan dalam teknik self management menurut Watson & Tharp dalam Corey (2009: 251) adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan tujuan
  2. Mendeskripsikan tujuan ke dalam perilaku spesifik
  3. Melakukan monitoring diri
  4. Menyusun rencana lain untuk mencapai perubahan
  5. Melakukan evaluasi diri

Dari beberapa pendapat tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa tahap-tahap dalam pelaksanaan teknik self monitoring dalam konseling adalah sebagai berikut ini:

  1. Melakukan perencanaan diri dan menentukan tujuan
  2. Mendeskripsikan tujuan kedalam perilaku spesifik
  3. Mengorganisasi diri
  4. Melakukan monitoring diri
  5. Tahap evaluasi diri
  6. Tahap pemberian penguatan, penghapusan atau hukuman dirinya sendiri
Teknik desensitisasi sistematis

Kelebihan dan Kelemahan Teknik Self Management Dalam Konseling

1. Kelebihan teknik self management dalam konseling

Kelebihan teknik self management dalam konseling antara lain adalah sebagai berikut ini:

  1. Mempelajari tingkah laku yang lebih efektif
  2. Individu atau konseli menjadi lebih mandiri
  3. Meningkatkan kepercayaan diri individu atau konseli dalam mengembangkan perilaku yang lebih baik

2. Kelemahan teknik self management dalam konseling

Kelemahan teknik self management dalam konseling antara lain adalah sebagai berikut ini:

  1. Membutuhkan waktu yang relatif lama untuk "memandirikan" klien atau konseli
  2. Klien atau konseli yang memiliki motivasi rendah untuk dapat mengatur dirinya sendiri akan sangat sulit menerapkan teknik self management

Kesimpulan

Teknik self management dalam konseling merupakan prosedur dimana individu atau konseli mengatur dirinya sendiri. Tujuan dari teknik self management dalam konseling adalah untuk memberdayakan klien atau konseli untuk dapat menguasai dan mengelola perilaku mereka sendiri. Dengan adanya pengelolaan pikiran, perasaan dan perbuatan akan mendorong pada pengurangan terhadap hal-hal yang tidak baik dan peningkatan terhadap hal-hal yang baik.

Teknik relaksasi

Referensi

  1. Corey, Gerald. 2009. Theory And Practice Of Counseling And Psychotherapy. Belmont: Thompson Brooks-Cole
  2. Cormier, W. H. dan Cormier L.S. 1985. Interviewing Strategies For Helpers Fundamental Skill and Behavioral Interventions. 2 ed. Monterey, California: Publishing Company
  3. Gunarsa, Singgih. 2007. Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia
  4. Komalasari, Gantina., Eka Wahyuni dan Karsih. 2011. Teori dan Teknik Konseling. Jakarta: PT Indeks
  5. Resminingsih & Astuti, ENdang Sri. 2001. Bahan Dasar Untuk Pelayanan Konseling Pada Satuan Pendidikan Menengah Jilid I. Jakarta: Grasindo
  6. Thompson, Rosemary A. 2003. Counseling Technique. New York: Routledge Taylor & Francis Group

LihatTutupKomentar

Followers