-->

Kelebihan Dan Kelemahan Teori Perkembangan Kognitif Piaget

Kelebihan Dan Kelemahan Teori Perkembangan Kognitif Piaget

Kritik dan Dukungan Teori Piaget
Kritik dan Dukungan Teori Piaget

Teori perkembangan kognitif Jean Piaget terkenal di bidang psikologi dan pendidikan kalau di Indonesia disebut bimbingan dan konseling, tetapi teori ini juga memiliki kelemahan atau kekurangan yang cukup besar. Meskipun pada pelaksanaannya digunakan dalam serangkaian tahapan progresif yang terpisah, bahkan Jean Piaget percaya bahwa perkembangan tidak selalu mengikuti jalur yang mulus dan dapat diprediksi.

Terlepas dari kritik atau kelemahan dari teori perkembangan kognitif Piaget, teori tersebut memiliki dampak yang cukup besar pada pemahaman kita tentang perkembangan anak. Ini adalah kelebihan dari teori perkembangan kognitif Piaget. Selain itu pengamatan Piaget bahwa anak-anak benar-benar berpikir secara berbeda dari orang dewasa membantu mengantarkan era baru penelitian tentang perkembangan mental pada anak-anak.

Kelebihan Teori Perkembangan Kognitif Piaget

Fokus Piaget pada pengembangan kualitatif memiliki dampak penting pada pendidikan terutama dalam bidang bimbingan dan konseling. Meskipun pada awalnya Piaget tidak secara khusus menerapkan teorinya dengan cara ini (untuk pendidikan seperti sekarang), banyak program pendidikan sekarang yang dibangun di atas keyakinan bahwa anak-anak harus diajar pada tingkat yang mereka sudah siap sesuai dengan perkembangannya.

Selain itu, sejumlah strategi instruksional telah diturunkan dari karya Piaget. Strategi-strategi ini termasuk menyediakan lingkungan yang mendukung, memanfaatkan interaksi sosial dan pengajaran sebaya, dan membantu anak-anak melihat kekeliruan dan inkonsistensi dalam pemikiran mereka.

Kelemahan Teori Perkembangan Kognitif  Piaget Terkait Penelitian

Banyak kritik yang mengungkapkan kelemahan teori perkembangan kognitif karya Piaget berkaitan dengan metode penelitiannya. Sumber utama inspirasi teori ini adalah pengamatan Piaget terhadap ketiga anaknya sendiri. Selain itu, anak-anak lain dalam sampel penelitian kecil Piaget semuanya berasal dari profesional berpendidikan tinggi dengan status sosial ekonomi tinggi. Karena sampel yang tidak representatif ini, sulit untuk menggeneralisasi temuannya ke populasi yang lebih besar.

Selain itu metodologi penelitian Piaget juga bermasalah karena fakta bahwa ia jarang merinci bagaimana pesertanya dalam penelitian dipilih. Sebagian besar karyanya mencakup sangat sedikit detail statistik tentang bagaimana dia bisa sampai pada kesimpulannya.

Masalah lain terletak pada kurangnya variabel yang didefinisikan secara operasional secara jelas oleh Piaget. Untuk mereplikasi pengamatannya dan mengukur secara objektif bagaimana satu variabel menyebabkan perubahan pada variabel lain, peneliti perlu memiliki definisi yang sangat spesifik dari setiap variabel. Sebagian besar terminologi yang terkait dengan teori Piaget tidak memiliki definisi operasional ini, sehingga sangat sulit bagi para peneliti untuk mereplikasi karyanya secara akurat.

Banyak Penelitian Yang Membantah Teori Perkembangan Kognitif Piaget

Banyak penelitian yang telah membantah argumen Piaget bahwa semua anak secara otomatis akan pindah ke tahap perkembangan berikutnya saat mereka dewasa. Beberapa data menunjukkan bahwa faktor lingkungan mungkin berperan dalam pengembangan operasional formal.

Teori tersebut tampaknya menunjukkan bahwa mencapai tahap operasional formal adalah tujuan akhir perkembangan anak, namun tidak jelas apakah semua orang benar-benar mencapai tugas perkembangan yang merupakan ciri dari operasi formal. Bahkan sebagai orang dewasa, orang mungkin juga akan berusaha untuk berpikir secara abstrak tentang sebuah situasi, jatuh kembali pada cara berpikir operasional yang lebih konkret.

Teori perkembangan kognitif Piaget ini juga tampaknya menunjukkan bahwa perkembangan intelektual sebagian besar selesai pada usia 12 tahun. Penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa tahun-tahun remaja dan dewasa awal juga merupakan periode perkembangan kognitif yang penting.

Teori Perkembangan Kognitif Piaget Mereehkan Kemampuan Anak

Sebagian besar peneliti setuju bahwa anak-anak memiliki banyak kemampuan pada usia lebih dini daripada yang diungkapkan oleh Piaget. Penelitian pada teori berfikir telah menemukan bahwa anak-anak berusia 4 dan 5 tahun memiliki pemahaman yang agak canggih tentang proses mental mereka sendiri dan juga proses orang lain.

Misalnya, anak-anak pada usia ini memiliki beberapa kemampuan untuk mengambil perspektif orang lain, yang berarti mereka jauh lebih egosentris daripada yang diyakini Piaget. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa bahkan anak-anak yang masih usia 3 tahun memiliki beberapa kemampuan untuk memahami bahwa orang lain akan memiliki pandangan yang berbeda.

Warisan Jean Piaget

Meskipun ada beberapa aturan mengenai teori Piaget yang ketat saat ini, kebanyakan orang dapat menghargai pengaruh dan warisan dari teori Piaget. Karyanya membangkitkan minat dalam perkembangan anak dan memiliki dampak besar pada masa depan pendidikan dan psikologi perkembangan diseluruh dunia.

Sementara meskipun metode penelitiannya tidak sempurna, karyanya telah merintis pengembangan apa yang sekarang dikenal sebagai metode klinis. Pendekatan ini melibatkan melakukan wawancara intensif dengan subjek tentang proses berpikir mereka sendiri.

Teori Piaget juga membantu mengubah cara berpikir para peneliti tentang anak-anak. Bukannya hanya memandang mereka sebagai versi kecil orang dewasa, para ahli mulai menyadari bahwa cara berpikir anak-anak pada dasarnya berbeda dengan cara berpikir orang dewasa.

Referensi

  1. Hammond SI. Children's early helping in action: Piagetian developmental theory and early prosocial behavior. Front Psychol. 2014;5:759. doi:10.3389/fpsyg.2014.00759
  2. Hopkins JR. The Enduring Influence of Jean Piaget. Association for Psychological Science.
  3. Moll H, Meltzoff AN. How does it look? Level 2 perspective-taking at 36 months of age. Child Dev. 2011;82(2):661-73. doi:10.1111/j.1467-8624.2010.01571.x
  4. Hopkins, JR. The enduring influence of Jean Piaget. Observer, November; 2011.
  5. Santrock, John W. (2008). A Topical Approach to Life-Span Development (4 ed.). New York City: McGraw-Hill.

LihatTutupKomentar

Followers