Teori dan model-model intervensi dalam konteks situasi krisis/trauma (ppt konseling krisis pert-3)

 

Teori dan model-model intervensi dalam konteks situasi krisis/trauma

Teori dan model-model intervensi dalam konteks situasi krisis/trauma
Teori dan model-model intervensi dalam konteks situasi krisis/trauma

Definisi Intervensi Krisis

  • Metode pemberian bantuan terhadap klien yang tertimpa krisis, masalahnya membutuhkan penanganan yang cepat dapat segera diselesaikan.
  • Merupakan usaha untuk membantu individu, keluarga  atau komunitas untuk mengatasi suatu krisis yang dirasakan dan memperbaiki tingkatan penanggulangannya.

Faktor penyebab krisis/trauma

  • Peristiwa berbahaya.
  • Adanya ancaman terhadap sasaran hidup.
  • Ketidaksanggupan untuk menanggapi mekanisme  penanggulangan yang cukup memadai
Oleh karena itu, intervensi krisis memerlukan suatu fokus pada upaya dengan cepat mengembalikan individu tersebut ke suatu keadaan mantap atau homeostasis.(mempertahankan diri,pra ada)

Teori intervensi krisis

Teori intervensi krisis di jaman modern ini masih bisa memanfaatkan terminologi istilah-istilah sosial, tetapi mengakui bahwa intervensi krisis bukan hanya mengembalikan seseorang ke suatu keadaan pra-ada (homeostasis), melainkan juga agaknya melibatkan upaya memperbaiki penanggulangan, kepercayaan, pemecahan masalah, kekuatan-kekuatan dan sumber-sumber untuk memaksimalkan individu dalam mengatasi tekanan-tekanan.

Tujuan Intervensi Krisis

  • Secara klasik bertujuan untuk memutus serangkaian peristiwa yang mengarah pada gangguan kenormalan keberfungsian orang
  • Untuk mengembalikan individu ke tingkat fungsi sebelum krisis
  • Dapat memberikan suatu kesempatan bagi pertumbuhan dan perkembangan pribadi dengan cara membangkitkan kekuatan-kekuatan lama, sumber-sumber dan keterampilan-keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika menghadapi suatu peristiwa yang menekan atau berbahaya di masa depan

Kerangka kerja Maslow tentang kebutuhan  membantu menentukan prioritas intervensi

  • Sumber daya fisik diperlukan untuk bertahan hidup (misal: makanan, rumah singgah, keselamatan).
  • Sumber daya sosial diperlukan untuk mendapatkan kembali rasa memiliki (misal: dukungan keluarga, jaringan kerja sosial, dan dukungan komunitas).
  • Sumber daya psikologis diperlukan untuk mendapatkan kembali harga diri (misal: penguatan yang positif dan pencapaian tujuan).

Prinsip Dasar Intervensi Krisis

  • Tujuan intervensi krisis adalah mengembalikan individu ke tingkat fungsi sebelum krisis.
  • Penekanan intervensi ini adalah memperkuat dan mendukung aspek-aspek kesehatan dari fungsi individu.
  • Dalam intervensi krisis, pendekatan pemecahan masalah digunakan secara sistematis (serupa dengan proses keperawatan), yang meliputi:
    • Mengkaji persepsi individu terhadap masalah, serta mengkaji kelebihan dan kekurangan sistem pendukung individu dan keluarga.
    • Merencanakan hasil yang spesifik dan tujuan yang didasarkan pada prioritas.
    • Memberikan penanganan langsung (misal: menyediakan rumah singgah bila klien diusir dari rumah, merujuk klien ke ”rumah perlindungan” bila terjadi penganiayaan oleh suami atau istri).
    • Mengevaluasi hasil dari intervensi.

Peran petugas intervensi krisis

  • Membentuk hubungan dan mengkomunikasikan harapan serta optimisme.
  • Melaksanakan peran yang aktif dan mengarahkan, bila perlu.
  • Memberikan anjuran dan alternatif (missal: membuat rujukan ke lembaga yang tepat, seperti lembaga kesejahteraan anak atau klinik medis).
  • Membantu klien memilih alternatif.
  • Bekerja sama dengan profesional lain untuk mendapatkan layanan dan sumber daya yang diperlukan klien.

Sifat Intervensi Krisis

Sifat dari pendekatan intervensi krisis : penanganan yang harus cepat dapat segera diselesaikan dan keseimbangan psikis yang dipulihkan dalam pemberian bantuan terhadap mereka yang tertimpa krisis  seperti individu – individu, keluarga – keluarga dan/atau komunitas – komunitas dalam jangka pendek
Tahap-tahap Intervensi Krisis
  • Merencanakan dan melakukan penilaian krisis dan biopsikososial (lethality)
  • Membuat laporan dan dengan cepat menetapkan hubungan
  • Mengidentifikasikan dimensi-dimensi dari masalah-masalah yang ada sekarang
  • Menjelajahi perasaan-perasaan dan emosi-emosi
  • Membangkitkan dan menjelajahi alternatif-alternatif
  • Membuat dan merumuskan suatu rencana aksi
  • Menindaklanjuti rencana dan kesepakatan

Kelebihan intervensi Krisis

  • metode ini singkat yang difokuskan secara khusus untukmengurangi krisis situasi dan membantu orang meningkatkan mengatasi mereka, keyakinan dan kemampuan memecahkan masalah. 
  • Metode ini dirancang khusus untuk situasi krisis dan dapat diadaptasi oleh pekerja sosial untuk menyatakan berbagai situasi krisis dan cepat meringankan masalah krisis.
  • Karena sifat singkat intervensi krisis, metode ini dapat digunakan dalam hubungannya dengan teori-teori dan metode lainnya.

Kelemahan Intervensi Krisis

  • Intervensi krisis sulit untuk diterapkan kepada klien yang tidak menerima keterlibatan pekerja social
  • Penilaian intervensi krisis diperlukan pekerja sosial untuk mengumpulkan informasi dari klien atau seseorang yang dapat menjawab pertanyaan pada dirinya atau atas namanya. 
  • Tanpa informasi penilaian, pekerja sosial mungkin mengalami kesulitan mengembangkan rencana aksi.

Peran Pekerja Sosial dalam Pendekatan Intervensi Krisis

  • Sebagai broker (perantara) Pekerja sosial bekerja sama dengan profesional lain untuk mendapatkan layanan dan sumber daya yang diperlukan klien.
  • Sebagai advisor (nasehat) Pekerja sosial memberikan anjuran dan alternatif (missal: menasehati kliennya agar membuat rujukan ke lembaga yang tepat, seperti lembaga kesejahteraan anak atau klinik medis).
  • Sebagai conferee, Aktifitas utama yang dalam peranan ini adalah upaya pemecahan masalah serta peningkatan proses komunikasi. Jadi peran pekerja sosial di sini yaitu membentuk hubungan dan mengomunikasikan harapan serta optimisme terhadap kliennya.
  • Sebagai motivator, Pekerja sosial memberikan motivasi atau dukungan kepada klien supaya klien bersedia melakukan perubahan intervensi krisis, bila perlumelaksanakan peran yang aktif dan mengarahkan.
  • Sebagai Fasilitator, Melakukan aksi-aksi yang erat hubungannya dalam hal memberikan kesempatan, mendongkrak semangat, dan daya dukungan bagi hidup klien. Jadi pekerja sosial disini membantu klien memilih alternatif
  • Sebagai Pendidik, Para pekerja sosial pun haruslah mampu menjadikan dirinya sebagai pendidik. Dalam arti bukanlah sebagai guru, tetapi mengajarkan hal-hal yang selama ini tidak benar dalam masalah klien. 
Berikut ini materi dalam bentuk power point (ppt)

akses download materi ppt silahkan klik disini

LihatTutupKomentar

Followers